h1

Benci Sendiri

October 12, 2008

Aku benci sendiri. Tapi aku juga benci keramaian. Hhh…,orang macam apa aku??

Aku juga tak begitu paham. Tapi lebih benci sendirian saat malam, ya… setidaknya aku selalu perlu teman untuk sekedar menerima dan membalas SMSku. Andai saja kakakku msh ada, pasti semua akan berbeda. Waaaa,,,,, aku merindukannya…

Sedang apa ia di sana ya??

Apa ia tahu aku merindukannya??

Hhhh…

Sudahlah…

h1

TeNtaNg ia yg MengInspiRasikaNku

October 9, 2008

 

Sebutlah nama Shah Rukh Khan. Niscaya semua penggemar film India di pelosok desa terpencil sekalipun, utamanya kalangan remaja puteri, akan sumringah – kalau tidak berteriak histeris. Aktor kelahiran New Delhi, 2 November 1965, ini sudah menjadi ikon yang melegenda di benak setiap pecintanya, layaknya ayam goreng McDonald atawa minuman ringan Coca Cola. Di Indonesia, namanya mengorbit lewat film Kuch Kuch Hota Hai (1998) yang membuat jutaan remaja puteri dan kaum ibu menitikkan air mata. Padahal sebelum itu, ia telah mencetak sejumlah film laris, seperti Dilwale Dulhaniya Le Jayenge (1995) dan Dil To Pagal Hai (1997).Dan sejak itu pula, sekecil apapun dari setiap sisi kehidupan Shah Rukh Khan, bagaikan tak terahasiakan. Para pengagumnya hapal betul setiap detil kisah masa kecil Shah Rukh, kenakalan, kejenakaan dan kepintarannya semasa remaja di sekolah, dan terutama suka duka kisah cintanya dengan wanita yang kini diperisterikannya, Gauri Chibber Khan. Laiknya alur cerita dalam film-film love story India, jalinan kasih Shah Rukh dengan Gauri selama lebih enam tahun mengalir dalam perjalanan yang penuh gelombang, lantaran ditentang keras orang tua sang Juliet yang beragama Hindu. Namun berkat ketabahan dan keseriusan sang Romeo, kisah asmara mereka berujung happy ending di pelaminan (1991), dengan dua anak – Aryan dan Suhana, yang kian mengukuhkan cinta mereka.

Shah Rukh dilahirkan dari keluarga kelas menengah. Ayahnya, Taj Khan, adalah seorang pengacara yang juga memiliki sejumlah usaha. Ibunya adalah pekerja sosial yang bergelar master dari Oxford University – sebuah pencapaian gelar akademis dan karir yang jarang digapai seorang wanita muslim India saat itu.

Shah Rukh sendiri mengenyam pendidikan yang lumayan. Selepas dari SMU St. Columbia, ia kuliah bidang manajemen bisnis di Hansraj College, lalu mengambil magister bidang komunikasi massa di Jamiyya Miliyya Islamiyya, New Delhi. Di sekolah ia terkenal badung, yang membuat para guru menjulukinya “setan kecil”. Namun ia memiliki sense of humor yang tinggi, dan otaknya sangat brilian. Itulah yang menyebabkan gurunya kerap tersenyum, dan melupakan kebengalannya.

Sering, jika ada guru baru, Shah Rukh berpura-pura mengidap penyakit ayan. Kawan-kawan yang sudah memaklumi kebengalannya, menanggalkan sepatu Shah Rukh, dan ia pun berjalan telanjang kaki sambil menggoyang-goyangkan pantat. Namun ia sangat hormat dan patuh pada Eric D’Souza, guru bertubuh pendek yang mengajarinya segala jenis permainan, dan banyak hal tentang kehidupan. Eric adalah perokok berat, dan Shah Rukh kerap mengingatkannya bahwa hanya manusia lemah yang punya kebiasaan merokok. Namun kini Shah Rukh pun melakukannya.

Sejak kecil sebetulnya Shah Rukh telah menyukai seni peran, dan pernah tampil dalam teater produksi Ram Leela, berperan sebagai monyet. Namun setamat kuliah, ia malah mendirikan restoran di Darya Ganj, menemani kakak perempuannya, Shehnaz Lalarukh, yang bekerja sebagai psikiater. Maklumlah, sejak kedua orangtuanya meninggal karena kanker, Shehnaz adalah kawan hidup terdekatnya – selain Gauri. Begitupun, ia tetap menggeluti hobi seni perannya, dengan bergabung pada sebuah kelompok teater Barry John.

Dan hasrat aktingnya mulai tersalur sejak kepindahannya ke Bombai (1989), kota yang menjadi pusat industri perfilman India, Bollywood. Awalnya ia berperan dalam film serial televisi, Fauji, dan Circus. Penampilannya di layar lebar bermula setelah ia menandatangani kontrak tiga film sekaligus, Raju Ban Gaya Gentleman, Dil Ashna Hai dan Chamatkar. Namun lewat film Deewana lah Shah Rukh mania mulai mewabah di seantero India. Lebih lagi setelah bermain dalam Dil To Pagal Hai dan Kuch Kuch Hota Hai.

Kini sudah puluhan film yang diperaninya, yang melambungkannya menjadi bintang dengan bayaran termahal di India. Kebanyakan karakter yang diperankannya adalah sebagai tokoh remaja badung, kocak dan romantis. Dan meski tubuhnya tak kekar benar, Shah Rukh pun kebagian peran jagoan dalam sejumlah film laga.

Belakangan Shah Rukh enggan cuma bermain sebagai tokoh remaja. Ia pun mencari peran lain, misalnya sebagai guru musik dalam Mohabbatein, ksatria dalam Asoka The Great, gelandangan dalam Shakti dan pemabuk dalam Devdas. Film terakhir inilah pada Oktober lalu secara resmi terpilih mewakili India dalam perebutan Piala Oscar 2003 untuk kategori film asing.

Tuhan dan Ibu

Seperti tercermin dalam film-film India, Shah Rukh adalah anak yang sangat ta’zim dan patuh pada sosok ibunya. Dalam belaian kasih sayang sang bunda ia menjalani masa kecil dan remajanya, memenuhi setiap dahaga keilmuan dan spiritualitasnya. Ibu adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam perjalanan hidupnya kemudian.

Ketika ayahnya meninggal (1981), ibunyalah yang kemudian tampil melanjutkan perusahaannya, tanpa meninggalkan perannya sebagai pekerja sosial. Ia bekerja keras siang malam, dan Shah Rukh mengakui bahwa ibunyalah yang mengajarkan etos workaholism. Ibunya tak pernah bilang “tidak”. Ketika Shah Rukh ingin melanjutkan kuliah magister, bermain film, dan bahkan meminta mobil, ibunya tak melarang.

Itulah yang membuat Shah Rukh shock, menangis tersedu-sedu, dan merasakan kiamat, saat ibunya meninggal dalam pangkuannya. Inilah momentum hidupnya yang paling menyakitkan. “Waktu ibuku sekarat itulah pertama kalinya aku berdoa. Sebelumnya, meskipun keluargaku muslim, aku jarang shalat. Namun saat itu aku berdoa sangat khusyu. Tapi ibuku tetap saja dipanggil-Nya,” kata Shah Rukh seperti diungkap dalam autobiograpi kecilnya.

Menurut Shah Rukh, ibunya adalah sahabat sejati, yang mengajarinya nilai-nilai dasar dan filosofi hidup. Ibunya mengajari bahwa kehidupan tidaklah permanen, termasuk dirinya. Ibunya sangat mensyukuri setiap rejeki yang diperoleh, namun tak pernah mengeluh kala berkah itu raib. “Kematian ibu membuatku sadar, bahwa apapun – ketenaran, uang atau orang-orang yang dikasihi, suatu saat akan pergi dariku. Awalnya memang aku benar-benar takut, dan sangat merajuk kepada Tuhan, tolong jangan ambil ibuku,” ungkap Shah Rukh.

Menurut Shah Rukh, sang ibu adalah perantara sekaligus sosok Tuhan di bumi. “Sebab tak ada sesuatu di dunia ini yang kuinginkan tak terkabulkan. Dan itu sangat kusyukuri,” ujarnya. Begitu pula ketika ia mengabarinya ingin menikahi Gauri, ibunya sama sekali tak bertanya, misalnya, “Apakah calon isterimu muslim atau China?” Padahal ibunya tahu bahwa Gauri beragama Hindu.

Dan kini, boleh jadi, ajaran ibunyalah yang membuat Shah Rukh bersikap positif dalam memandang keberagamaan manusia yang majemuk, yang tak menghalanginya untuk melangsungkan pernikahan antaragama. Itu pula yang mungkin membuatnya tak keberatan memerankan sejumlah tokoh heroik Hindu dalam sejumlah filmnya. Karena, baginya, agama apapun menganjurkan kebaikan, penegakan keadilan, dan kasih sayang – seperti kasih sayang ibunya.

Maka, ketika muncul tudingan bahwa agama berada di balik berbagai aksi terorisme, Shah Rukh tersinggug berat. Asal tahu saja, Shah Rukh kebetulan berada di New York ketika menara kembar World Trade Center ambruk dihantam dua pesawat bajakan, 11 September 2001. Dan ia bisa merasakan jeritan para korban dan keluarga yang ditinggalkan akibat tragedi itu.

“Tapi yang lebih menyakitkanku adalah cara Amerika Serikat menuduh pelakunya dengan membawa-bawa sentimen agama. Koran The New York Time esoknya menulis headline dengan ungkapan yang sangat provokatif: ‘Bunuhlah Bajingan!’ Tentu warga Amerika sangat trauma dengan tragedi itu, tapi yang lebih menakutkanku adalah tindakan menyamakan terorisme dengan Islam,” kata Shah Rukh dalam sebuah wawancara dengan Planet Bollywood Online.

Menghujat Shah Rukh

Itulah Shah Rukh, yang kini kian digilai anak-anak muda di seantero Asia, dan bahkan mungkin dunia. Tapi bukan berarti lelaki pengagum Napoleon Bonaparte dan Jengiz Khan ini lolos dari hujatan. Sejumlah ulama di Malaysia, misalnya, menuntut penghentian penayangan film-film Shah Rukh dan film lain yang diperankan aktor muslim India, di negeri Jiran, lantaran dianggap membawa pengaruh buruk.

Setidaknya terdapat tiga “kesalahan” Shah Rukh. Pertama, ia mengawini Gauri yang Hindu, dengan pesta ritual pernikahan Hindu pula. Kedua, ia kerap memerankan tokoh Hindu yang menampilkan adegan menyembah berhala. Ketiga, Shah Rukh juga pernah mengenakan rantai berlambang salib dalam adegan upacara keagamaan.

Para ulama dari lima ormas Islam di Hyderabad, India – Jamia Nizamia, Darul Ulum Sabil as-Salam, Darul Ulum Hyderabad, Darul Ulum Rahmania dan al-Ma’had al-‘Ali al-Islami, bahkan mengeluarkan fatwa yang melarang aktor muslim memerankan adegan ritual agama lain. Fatwa itu dilansir sebagai jawaban atas pertanyaan dari editor mingguan muslim, Gawah, Syed Fadil Hussein Parvez. Bahkan ulama dari al-Ma’had al-‘Ali al-Islami menganggap bahwa memerankan adegan tadi karena tuntutan profesional, atau keterpaksaan ekonomi, lebih berdosa lagi. Para aktor muslim yang telah melakukannya, menurut para ulama, harus bertobat, kembali bersyahadat dan tak mengulangi kesalahannya.

Fatwa itu terutama ditujukan kepada aktor muslim yang telah memerankan tokoh Hindu, atau adegan-adegan ritual Hindu, seperti Shah Rukh Khan, Saif Ali Khan, Aamir Khan dan Salman Khan. “Aktor seperti Shah Rukh Khan cuma namanya saja muslim. Islam melarang mengkonsumsi minuman keras, Shah Rukh malah menganjurkannya dalam sebuah iklan produk minuman keras,” kata Parvez dalam sebuah wawancara dengan Asian Age.

Shah Rukh sendiri tak merespon fatwa para ulama tersebut. Sedangkan Saif Ali Khan berujar, “Agama tak menjaminku mendapatkan uang untuk bertahan hidup. Aku sendiri berakting sebagai tuntutan profesi. Jika agama berperan penting, orang-orang yang merasa bertanggungjawab atas komunitas agamaku tentu harus mengucurkan dana bantuan untuk menghidupi kami. Aku tak bisa dinyatakan bersalah melanggar hukum hanya karena mencari sesuap nasi dengan berakting. Begitu pun aku tetap hormat dan menyembah Allah.” Wallahu a’lam.

 

 

 

 

 

 taken from internet without any changes

 

 

 

 

h1

Teman2ku super heBoh!!!

October 4, 2008

hari ini, byk bgd kejadian di skul, tptnya di klsq. Ada yg pnya msalh am cwo, ada yg lg bahagia2nya am cwonya (uuuHu…), trz ada yang ditinggal mudik (heE), ada yg kepanasan…(ukh, ACnya mati! bwd kepsek turunkan saja ACnya Pak!!!!!), guruku jga(uhg…) ga ada comment d…
em,,,ada yang bwd mslah, ada yg klprn,..
pokoknya uda panas, tambah panas d jdnya….
tapi, byk kekonyolan tmn2q yang bwd suasana jd tambah seru!!!
mungkin efek malem minggu X y..(ada hubNa ga y ??)
HeE

h1

HOW DOES IT FEEL???

September 26, 2008

i’ve found someone who fixed this broken hearted…

and now my heart can feel the feeling like what i’ve written here….

True lovers never take it slowly

when they’ve found the one and only

nothing can replace this feeling

knowing someone love you

It’s painted with the pain and glory

taken from unknown sad story

laying out my life before me

fearing the unknown

sharing never showed me much appeal

and now I’m only praying it’s for real

So how does it feel

when I hold you in my arms

and you’re lying next to me

never wanting you to leave

until I’ll tell you how it feels

Forever taking you for granted

you gave me everything I wanted

I’m so afraid that might lose you

but time will let us see

if everything is real I’m feeling

but maybe we’ve been only dreaming

and if it’s gonna die to save it

cause baby I believe

Nothing in the world could make it right

cause baby loving you brings me to life

nothing in the world could feel this right

cause baby you’re the best thing in my life

NB : this is one of many Westlife’s songs that my friend showed me saveral time ago..

and my life is like this song…

so…

what about you???

h1

kesalahan ? entahlah….

September 15, 2008

apa aku salah memilih hidupku ?

ataukah kehidupan yang salah memilihku ?

pilihanku, apa itu salah ?

pertahananku, apa itu juga salah ?

aku mencoba mengerti, namun salahkah aku?

akupun ingin dimengerti, mungkin memang salah

terlalu mengharap imbalan, mungkin memang salah

kesalahanku karena hanya ingin dihormati

kesalahanku karena pernah melalui hidup ini

kesalahanku karena tak dapat memaafkan sepenuh hati

kesalahanku karena maaf yang ingin ku berikan tak dihargai

kesalahanku karena bertahan sendiri

kesalahanku karena memilih jalan ini

apa kesalahan harus selalu membayangiku ???

ku rasa tak harus terjadi jika sekelilingku turut mengerti

h1

Khayal dan Nyata

September 4, 2008

seseorang berjalan menuju khayal

berharap menggapai ia yang sempurna

tak terpikirkan rintangan yang datang

hanya nafsu sesaat yang terwujudkan

khayal terwujud dan nyata terabaikan

hati merana saat tertampar nyata

namun khayal akan ditelan bumi

hati pun akan turut menangis

sebenarnya nyatalah yang sempurna

walau kadang tak terlihat mata

namun hati pasti akan merasa

sekalipun dalam ragu, namun itu kepastian nyata

h1

The 3rd as The Last One

August 30, 2008

250808

Aku, tak lagi menjadi aku yang lalu. Aku ingin menuju ketenangan bersama Tuhanku. Tuhanpun memberiku jalan untuk bersamaNya. Semoga saja aku dapat melaluinya dengan baik. Aku belajar memaafkan, belajar melupakan kesalahan orang lain terhadapku, aku belajar untuk tak membuat orang lain sedih, marah, susah karenaku. Aku belajar untuk tidak menyimpan dengki pada orang lain. Aku belajar untuk menenangkan diri dalam setiap waktuku. Aku, adalah diriku yang baru dengan tujuanku yang berpusat pada Tuhanku Yang Maha Pengasih. Aku, berusaha menjadi yang Beliau inginkan padaku yang berhutang nyawa padaNya. Hingga akhirnya ku ingin merasakan arti ketenangan bhatin yang sempurna yang selalu Beliau janjikan pada umatNya.

Inilah aku sekarang…

Aku berubah seiring waktu. Sayang sekali banyak kekecewaan yang harus kulalui dalam perjalananku. Namun itulah hidup, dan tak setiap jalan yang harus kulalui lurus, ada kalanya berliku. Kesadaranku datang setelah sekian lama kuterpuruk. Namun itu tak kan terlambat untuk membuatku menjadi aku yang baru, yang lebih dapat menerima apapun yang telah kualami dengan senyuman.

Saat teratai mulai layu

Desiran angin turut serta menyangganya

Waktu hanyalah waktu

Takkan kembali ke masa itu

Saat teratai mulai layu

Kupu-kupu takkan sudi menciumnya

Kemolekkan melekat bersama masa

Akan berganti seiring waktu berjalan

Saat teratai mulai layu

Bahagia terpancar dari benihnya

Layunya berikan kehidupan baru

Bagi benih yang ditinggalkannya


h1

MakLuM yaAaCh…

August 22, 2008

emmm…

bagi kalian yg sedang berkunjung ke blogQ ini, jangan heran ya klo nantinya blogQ ini bakalan kebanyakan isi puisinYa…

abisnYa, lbh leluasa ngungkapin isi hati lewat puisi..

jadi,,,

MakLum yaAaaCh

h1

Perkenalan

August 22, 2008

Ku perkenalkan diriku padamu
Kau menyambutku dengan senyum itu
Menenangkan…
Itulah kesan pertama yang kau berikan padaku
Lebih dari perkenalan
Itulah yang kau tawarkan padaku
Kesetiaan…
Itulah yang kau janjikan padaku
Aku menerimamu dengan hatiku
Aku pernah bahagia karena bahagiamu
Namun aku tak pernah menyesal
Untuk menangis karena sedihmu
Tak ada yang pahami diriku lebih dari aku
Sayang sekali
Kau yang dulu pernah berjanji
Kini mengkhianati
Jangan pernah kembali untuk berjanji
Karena luka yang kau toreh di hati
Takkan hilang
Saat kau kembali berjanji untuk mengkhianati

h1

Temanku, kau musuh hatiku

August 22, 2008

Kau berdiri di sampingku

Ketahui dilemaku

Genggam erat tanganku

Bantu aku melangkah maju

Hampir kau kujadikan sahabat

Namun dustamu menahanku

Karena tak mungkin ku bohongi hati

Kau jatuhkanku saat ku lemah

Aku keliru…

Teramat sangat keliru

Terlalu menyimpan duka

Dan memberikamu suka

Sayangnya aku terlanjur berkata pada Tuhanku

Untuk tak biarkanku menyakiti sesama

Sekalipun ku memetik luka

Saat harus hadapi dunia