h1

S3L4L03

December 26, 2008

Jujur aku tak tahu harus memulainya dari mana. Aku tak bisa bohongi diriku, aku masih terjebak dalam perasaanku, dalam kesepian yang kubuat sendiri untuk kurasakan. Aku benar2 tak mengerti mengapa aku dan hanya aku?!!. Baiklah, mungkin di luar sana ada orang semacam aku, tapi tak pernah kutemui sebelumnya, aku hanya dapat temukan diriku dalam rasa ini. Hhh.., benar2 tak ingin mengeluh tapi keluhan itu tak berhenti terlontar dari bibirku. Berapa kata lelah yang pernah kusebut?, akupun tak tahu. Lelah mengeluh, merasa. Jika boleh kukatakan, aku ini lelah untuk hidup. Yang ada di pikiranku pergi, lepas, bebas dari segala yang ada di dunia. Hanya impian, terlalu banyak tugasku di dunia ini, memang ingin kutinggalkan, tapi siapa yang akan menyelesaikannya??. Rumahku, hanya ada aku sebagai anak. Sepi, sepi yang terlalu mendadak kadang2 sulit diterima hati dan pikiranku. Tempat mengadu, menangis, hilang begitu saja. Mengapa ada kata “rela” di dunia ini?. Apa sebenarnya makna dari kata itu?. Apakah insan yang pertama kali mengucapkannya selalu dapat merasakan “kerelaan” terhadap sesuatu yang terjadi di hidupnya?. Wach, aku rasa aku terlalu mendalami kesendirianku. Jujur saja, sebenarnya dalam kenyataan ini aku tak benar2 sendiri. Hanya saja perasaanku terlalu kuat dan selalu berhasil mengatakan bahwa tak ada siapapun di sekelilingku. Kapan kubisa tuntaskan rasa ini?. Kapan aku bisa lepas dari semua ini?. Apa dengan meninggalkan segala yang tak bisa kutinggalkan dapat obati segalanya?. Hatiku tak berhenti bertanya, tak berhenti berharap, meski terkadang harapan terasa lebih berat untuk diingat bila tak pernah bisa terwujud.

Leave a Comment