h1

yang terlewatkan

November 12, 2008

Sesuatu yang terlewatkan

Berada di dasar tumpukan itu

Tumpukan rasa yang terikat kuat

Tapi tak bisa dipersatukan

Sekat-sekat halus membatasi

Menyaring rasa yang murni dan suci

Namun di bawah itu

Sesuatu yang terlewatkan

Menopang beratnya tumpukan itu

Menahannya dengan sepenggal hati yang terluka

Tidakkah ia diingat, dihargai

Suatu pengorbanan dari seorang yang hina

Tak terekam, tak dihiraukan

Namun hatinya terlalu mulia untuk membenci

Menahan perih dengan senyum di bibir

Sesuatu yang terlewatkan

3 comments

  1. “Menahan perih dengan senyum di bibir”
    kata ini menukik tajam dalam fikiranku.
    WAU, luar biasa


  2. kadang kita pun sering lupa menghargai diri kita sendiri…
    lalu kenapa kita berharap orang lain menghargai kita…


  3. @ kak anton : jika segala kesedihan dilewati dengan senyum, sedikitnya hati ini akan lebih menerimanya,,, jd tersenyumlah untuk harimu..
    @ kak Tika : karena aq, ia, dan mereka yang lupa menghargai dirinya selalu mencoba menghargai orang yang tak menghiraukannya,,



Leave a Comment