
yang terlewatkan
November 12, 2008Sesuatu yang terlewatkan
Berada di dasar tumpukan itu
Tumpukan rasa yang terikat kuat
Tapi tak bisa dipersatukan
Sekat-sekat halus membatasi
Menyaring rasa yang murni dan suci
Namun di bawah itu
Sesuatu yang terlewatkan
Menopang beratnya tumpukan itu
Menahannya dengan sepenggal hati yang terluka
Tidakkah ia diingat, dihargai
Suatu pengorbanan dari seorang yang hina
Tak terekam, tak dihiraukan
Namun hatinya terlalu mulia untuk membenci
Menahan perih dengan senyum di bibir
Sesuatu yang terlewatkan
“Menahan perih dengan senyum di bibir”
kata ini menukik tajam dalam fikiranku.
WAU, luar biasa
kadang kita pun sering lupa menghargai diri kita sendiri…
lalu kenapa kita berharap orang lain menghargai kita…
@ kak anton : jika segala kesedihan dilewati dengan senyum, sedikitnya hati ini akan lebih menerimanya,,, jd tersenyumlah untuk harimu..
@ kak Tika : karena aq, ia, dan mereka yang lupa menghargai dirinya selalu mencoba menghargai orang yang tak menghiraukannya,,